Mahasiswa, Saham

Cara Main Saham yang Cocok Bagi Mahasiswa

Investasi saham bukan monopoli pengusaha atau karyawan yang ingin mendapatkan passive income. Mahasiswa juga punya kesempatan yang sama untuk ini. Bagaimana cara main saham bagi mahasiswa?

Ada yang berpikir bahwa memulai investasi itu susah. Padahal kalau ingin memiliki keuangan sehat, kamu harus melakukan investasi sejak dini. Semakin awal kamu berinvestasi, semakin bagus juga hasil yang akan kamu dapatkan. Jadi, jangan pernah khawatir dengan status kamu yang masih sebagai mahasiswa.

Karena, jika kamu mulai berinvestasi sejak di bangku kuliah, kamu bisa menikmati hasilnya setelah lulus atau saat masuk ke dunia kerja atau pensiun. Apa kamu tertarik mulai bermain saham? Berikut ini cara bermain saham yang bisa kamu terapkan sebagai mahasiswa dan investor pemula.

Pastikan Biaya Hidupmu Sudah Tersedia

Tidak perlu hidup yang terjamin, untuk memulai investasi saham kamu cuma perlu memastikan keuanganmu aman. Bagaimana caranya? Kamu harus pastikan biaya hidup sehari-harimu sudah tersedia. Jika dirasa keuanganmu belum aman, kamu bisa mulai menabung dengan uang jajan kamu sehari-hari. Karena untuk berinvestasi, kamu memerlukan uang minimal Rp1.000.000-Rp2.000.000. Namun, perlu diperhatikan, untuk mulai berinvestasi, hindari untuk berutang, kuncinya adalah disiplin.

Buat Rekening Efek

Setelah uang yang kamu miliki dirasa cukup, kamu bisa mulai membuat rekening efek di perusahaan sekuritas. Karena perusahaan akan melakukan beli-jual saham (sesuai permintaan kamu) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Nah, perlu diperhatikan juga ada beberapa perusahaan sekuritas yang mensyaratkan deposit dana investasi dengan jumlah tertentu, ada juga tidak.

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah mendaftar Sekolah Pasar Modal (SPM) yang digelar BEI secara online (daring) atau offline (luring/tatap muka). Di sini, kamu bakal mendapatkan seluk-beluk dunia pasar modal, cara memilih saham unggulan (blue chip), cara main saham agar terhindar saham gorengan, sampai cara mengoperasikan aplikasi saham milik perusahaan. Sekarang jual-beli saham bisa dilakukan di ponsel pintar.

Investasi Sesuai Kemampuan

Jangan pernah paksakan apa yang mungkin tidak bisa kamu lakukan. Sesuaikan kemampuan ketika ingin membeli saham. Memang saham blue chip itu menggiurkan. Tetapi ingat dana investasi kamu. Kamu bisa beli jenis investasi saham blue chip yang harganya paling rendah. Cara lain, kamu bisa membeli saham yang produknya kamu konsumsi setiap hari atau perusahaan tersohor yang harga sahamnya sesuai kocek kamu.

Cek Indeks LQ45 dan indeks IDX30 di laman BEI, di mana saham-sama tersebut memiliki likuiditas yang sangat tinggi. Selain itu fundamental perusahaannya juga memiliki nilai yang cukup baik. Saham yang masuk ke dalam kedua Indeks tersebut juga saham yang masuk ke dalam indeks-indeks tersebut pun sering disebut dengan istilah blue chip.

Jangan Gegabah

Sebagai investor, pasti kamu akan tergoda ketika nilai saham semakin naik. Rasanya tangan gatal ingin menjualnya. Kalau kamu butuh untuk membayar uang kuliah, tidak masalah. Kamu ingin menjual dan selanjutnya dibelikan saham lain, tidak masalah juga. Tetapi jika belum punya rencana, urungkan niat menjual saham.

Apabila kamu punya tabungan lebih, curahkan saja ke saham. Tambah koleksi sahammu. Tentu, saham tetap punya risiko, yaitu harga saham turun. Hal itu wajar. Yang penting jangan pernah melakukan penjualan saham saat harga turun. Karena saham adalah investasi dengan jangka panjang.

Jangan Pelit, Tapi Juga Jangan Kebablasan

Setelah kamu memiliki sejumlah investasi, bukan berarti kamu harus stop dan memonitor perkembangan dari nilai investasi tersebut. Tugas selanjutnya yang harus dilakukan adalah top up atau transfer dana ke rekening efek tersebut.

Kadang, banyak orang yang masih ragu dan takut kehilangan uang di dalam investasi tersebut. Cobalah terus menyimpan atau menabung setiap bulan sekali dan lakukan secara rutin. Untuk melakukan topupnya pun murah, mulai dari Rp10 ribu kamu sudah bisa menambah dana investasimu.

Perlu diketahui juga, semakin banyak kamu menyimpan uang, semakin besar juga keuntungan yang akan kamu dapatkan. Jadi untuk membeli saham, jangan lupa untuk rutin berinvestasi mulai sekarang!

Pelajari Dunia Saham

Cara main saham yang tak kalah penting adalah investasi pengetahuan. Jadi kalau punya waktu lebih, belajarlah soal dunia saham, seperti mendalami analisis teknikal dan fundamental, mengetahui kondisi pasar, update info terkini melalui media, atau bertukar pengalaman dengan grup investor atau bertanya kepada ahli saham atau dosen ekonomi. Dalam juga metode investasi dari investor kenamaan.

Kamu juga bisa mempelajari dunia saham dengan lebih mudah melalui website Ajaib. Di sini, kamu bisa menemukan berbagai informasi mengenai dunia saham, mulai dari update informasi terbaru mengenai perusahaan, mengecek harga saham terbaru, dan sebagainya. Dengan begitu, kamu bisa melakukan investasi dengan lebih tepat.

Lakukan Average Down Ketika Merugi

Apapun investasinya pasti akan ada risiko kerugian. Nah, jika suatu hari nanti kamu mengalami kerugian dan harga saham anjlok, kamu tidak perlu panik. Kenapa? Jika saham yang kamu beli adalah saham blue chip, harga saham tersebut pasti akan kembali naik dan stabil.

Ketika di portfolio kamu melihat ada kerugian 2 persen di satu saham, beli saja saham yang harganya sedang turun. Istilah ini sering disebut average down atau strategi investasi dengan melakukan pembelian secara bertahap ketika harga di pasar sedang menurun. Dengan menggunakan strategi ini, kamu bisa membuat nilai investasimu tidak akan ikutan terjun bebas, justru akan mengikuti kondisi pasar. Ajaibnya, jika kondisi pasar udah mulai pulih, return yang kamu miliki juga akan ikut meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *